Kisah Moral dari yang Amoral; Refleksi Atas Film Cintaku Selamanya
“Jutaan orang di dunia menderita penyakit kelamin.
Di antaranya berumur 15-24 tahun.
Mereka tidak menyadari terinfeksi penyakit itu.
Sebarkan fakta ini, Bukan penyakitnya!!”
(Sebait ujaran moral dari awal film Cintaku Selamanya karya Thomas Nawilis)
Pada akhirnya semua orang akan mendapatkan kisahnya masing-masing. Atau semua orang akan mendapati takdirnya sendiri-sendiri. Sebuah jalan logika Tuhan yang tak pernah kasat mata, sebuah aturan tak tertulis di atas kertas namun dapat mempreteli hidup manusia yang detail tercatat. “Semua pasti ada ‘karma’-nya”, tutur perempuan blasteran yang memainkan peran sebagai pacar Askar dalam Film Cintaku Selamanya karya sutradara Thomas Nawilis. Baca selebihnya »
Catatan Tentang Film Religi di Indonesia (1)
Hal yang begitu rumit dalam merumuskan istilah tentang film religi di Indonesia, terkhusus Film Islam, karena simbolisasi Islam dalam film Idonesia selalu hadir mewarta banyak sekali film dari ragam genre. Sebut saja banyak judul film bertema percintaan remaja, kadangkala mewarta konsep-konsep Islam sebagai jalan keluar.
Ada sejumput makna yang dapat diklaim, atau dipandang sebagai berasal dari tubuh Islam. Ini menjadi fenomena yang khas dalam film Indonesia, karena Islam tampil sebagai perilaku keseharian yang dihayati, pada hampir keseluruhan norma yang mengatur dan merasuk dalam ranah kehidupan individu. Baca selebihnya »
Saat ‘yang dilihat’ Menjadi ‘yang Melihat’; (Sebuah Refleksi pada Slumdog Millionaire)

Tubuh yang disengat listrik, kekejaman guru dan polisi India, artefak kebudayaan yang dituding palsu, modernisasi yang latah, suasana kumuh area perkotaan, dan politik nista organisasi anak-anak jalanan India, menjadi sejumput makna yang dapat saja tiba saat “Slumdog Millionaire” karya sutradara Inggris, Danny Boyle, diangkat sebagai tontonan.
Sepertinya tak lagi ada yang arif di sana, ketika kekerasan bersenjata antar gang gentayangan, wanita-wanita dijajakan sejak masih kanak-kanak, agama didaulat sebagai perusak hubungan antar sesama, atau perampok-perampok mobil amatir di siang hari tanpa penutup kepala telah berani berulah. Parahnya, semuanya dikemas dalam satu bahasa tokoh utama dalam, “This is the real India”. Baca selebihnya »
Pendidikan memang tidak pernah hanya bagi mereka yang mampu. Pendidikan adalah upaya seumur hidup, ia digapai, ia dicari, kadang tidak pernah ditemukan di tempat yang jauh, malah ia hadir dalam ruang yang paling dekat dengan keseharian. Ya, seperti itulah tampaknya para laskar pelangi hendak ditempatkan, dan setidaknya seperti itulah cara pandang Bu Mus dan Pak Harfan hendak membawa murid-murid SD Muhammadiyah Belitong dalam Film Laskar Pelangi besutan Riri Reza.